Wednesday, September 27, 2017

INILAH ISTRI PEMBAWA REZEKI SUAMI

ISTRI PEMBAWA REZEKI SUAMI
INILAH CIRI-CIRI ISTRI PEMBAWA REZEKI SUAMI, REZEKI SUAMI SANGAT MUDAH

10 Sifat Wanita Sholehah yang Mendatangkan Rezeki Bagi Suami.

Banyak suami yang mungkin kagak tau bahwa rezekinya dengan izin Allah mengalir lancar atas peranan isteri.
Memang tidak boleh dilihat secara mata kasar, namun boleh dijelaskan secara spiritual bahwa 10 sifat istri ini ‘membantu’ mendatangkan rezeki bagi suaminya.

1. Isteri yang selalu bersyukur.

Istri yang selalu bersyukur atas segala kurnia Allah pada hakikatnya dia sedang mengundang tambahan nikmat untuk suaminya. Termasuk rezeki.

- Punya suami, bersyukur.
- Menjadi ibu, bersyukur.
- Anak-anak bisa mengaji, bersyukur.
- Suami memberikan nafkah, bersyukur.
- Suami memberikan hadiah, bersyukur.
- Suami mencintai setulus hati, bersyukur.
- Suami memberikan kenikmatan sebagai suami istri, bersyukur.

“Dan ingatlah ketika Tuhanmu memaklumkan: jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmatKu) maka sesungguhnya adzabku sangat pedih” (QS. Ibrahim: 7).
BACA JUGA JODOH DALAM PANDANGAN ISLAM
2. Istri yang selalu bertawakal kepada Allah.

Di saat seseorang bertawakkal kepada Allah, Allah akan mencukupi rezekinya.
“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah nescaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath Thalaq: 3).
Jika seorang istri bertawakkal kepada Allah, sementara dia tidak bekerja, dari mana dia dicukupkan rezekinya. Allah akan mencukupkannya dari jalan lain, tidak semestinya Allah memberikan rezeki secara terus kepada si istri. Boleh jadi Allah akan memberikan rezeki yang banyak kepada suaminya, lalu suami tersebut memberikan nafkah yang cukup kepada dirinya.

3. Istri yang banyak beristighfar.

Di antara keutamaan istighfar adalah mendatangkan rezeki. Hal itu boleh dilihat dalam Surat Nuh ayat 10 hingga 12. Bahwa dengan memperbanyak istighfar, Allah akan mengirimkan hujan dan memperbanyak harta.

“Maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu’, sesunguhnya Dia adalah Maha Pengampun, nescaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, memperbanyak harta dan anak-anakmu, mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) sungai-sungai untukmu”(QS. Nuh : 10-12).

4. Istri yang baik agamanya.

Rasulullah menjelaskan bahwa wanita dinikahi karena empat perkara. Kerana hartanya, kecantikannya, keturunannya dan agamanya.

“Pilihlah kerana agamanya, nescaya kamu beruntung” (HR. Al Bukhari dan Muslim).

Beruntung itu beruntung di dunia dan di akhirat. Beruntung di dunia, salah satu aspeknya adalah dimudahkan mendapatkan rezeki yang halal.

Cuba kita perhatikan, insya Allah tidak ada satu pun keluarga yang semua anggotanya taat kepada Allah kemudian mereka mati kelaparan. Lalu bagaimana dengan seorang suami yang banyak bermaksiat kepada Allah tetapi rezekinya lancar? Boleh jadi Allah hendak memberikan rezeki kepada isteri dan anak-anaknya melalui dirinya. Jadi berkat taqwa istrinya dan bayi atau anak kecilnya yang belum berdosa, Allah kemudian mempermudah rezekinya. Suami semacam itu sebenarnya berhutang pada isterinya.

5. Istri yang bertaqwa.

Orang yang bertaqwa akan mendapatkan jaminan rezeki dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bahkan ia akan mendapatkan rezeki dari arah yang tak disangka-sangka. Sebagaimana firman Allah dalam surat Ath Talaq ayat 2 dan 3.

“Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka” (QS. At Thalaq: 2-3).

6. Istri yang gemar silaturahim

Isteri yang gemar menyambung silaturahim, baik kepada orang tuanya, mertuanya, sanak saudaranya, dan saudari-saudari seaqidah, pada hakikatnya ia sedang membantu suaminya memperlancar rezeki. Sebab keutamaan silaturahim adalah dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya.

“Siapa yang suka dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturrahmi.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).

7. Istri yang gemar Sedekah.

Isteri yang suka bersedekah, dia juga pada hakikatnya sedang melipatgandakan rezeki suaminya. Sebab salah satu keutamaan sedekah sebagaimana disebutkan dalam surat Al Baqarah, akan dilipat gandakan Allah hingga 700 kali ganda.
Jika isteri diberi nafkah oleh suaminya, lalu sebagiannya ia gunakan untuk sedekah, mungkin tidak langsung dibalas melaluinya. Namun boleh jadi dibalas melalui suaminya. Jadilah pekerjaan suaminya lancar, rezekinya berlimpah.

“Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada tiap-tiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 261).

8. Istri yang taat dan melayani suaminya (patuh)

Kewajiban isteri kepada suami adalah mentaatinya. Sepanjang perintah suami dia taatinya.
Apa hubungannya dengan rezeki?
Ketika seorang istri taat kepada suaminya, maka hati suaminya pun tenang dan damai.
Ketika hatinya damai, ia boleh berfikir lebih baik dan kreativiti dalam pemikiran juga muncul.
Semangat kerjanya pun menggebu.
Ibadah juga lebih tenang, rezeki mengalir lancar.

9. Istri yang selalu mendoakan suaminya

Jika seseorang ingin mendapatkan sesuatu, ia perlu mengetahui siapakah yang memilikinya. Ia tidak boleh mendapatkan sesuatu tersebut melainkan dari pemiliknya.
Begitulah rezeki. Rezeki sebenarnya adalah pemberian dari Allah SWT. Dialah yang Maha Pemberi rezeki. Maka jangan hanya mengharapkan usaha semata-mata namun perbanyaklah berdoa memohon kepadaNya. Doakan suami agar senantiasa mendapatkan limpahan rezeki dari Allah, dan yakinlah jika isteri berdoa kepada Allah untuk suaminya pasti Allah akan mengabulkannya.

“Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepadaKu nescaya Aku kabulkan” (QS. Ghafir: 60).

10. Istri yang gemar Sholat Dhuha

Sholat dhuha merupakan shalat sunnah yang luar biasa keutamaannya. Sholat dhuha dua raka’at setara dengan 360 sedekah untuk menggantikan hutang sedekah kepada setiap sendi badan kita. Solat dhuha empat rakaat, Allah akan menjamin rezekinya sepanjang hari.

“Di dalam tubuh manusia terdapat 360 sendi, yang seluruhnya harus dikeluarkan sedekahnya.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Siapakah yang mampu melakukan itu wahai Nabiyullah?” Beliau menjawab, “Engkau membersihkan dahak yang ada di dalam masjid adalah sedekah, engkau menyingkirkan sesuatu yang mengganggu dari jalan adalah Maka jika engkau tidak menemukannya (sedekah sebanyak itu), maka dua raka’at Dhuha sudah mencukupimu.” (HR. Abu Dawud)

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,
 “Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, nescaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.”(HR. Ahmad).

Demikianlah postingan hari ini, semoga menjadi pelajaran buat istri kita. AAmiiin....YRA


Sumber : satkoba .com
Ilustrasi Foto Busana Muslim

Thursday, January 5, 2017

Berdoa Memohon Jodoh

Berdoa Memohon Jodoh
Berdoa Memohon Jodoh
Bukan sekedar memohon untuk dikurniakan jodoh, peranan doa amat luas dan penting dalam menentukan tujuan kehidupan seseorang. Baik kehidupan di dunia maupun kehidupan di akhirat.


Dengan merendahkan diri dan berdoa seseorang akan dapat mengagungkan kekuasaan Allah dan menyedarai kelemahan diri sendiri. Seterusnya meletakkan satu pengharapan kepada Allah dalam mencapai cita-cita.

Di dalam surah Al-Baqarah, ayat 186, Allah telah berfirman, “..Aku perkenankan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepadaKu. Maka hendaklah mereka menyahut seruanku (dengan mematuhi perintahKu), dan hendaklah mereka beriman kepadaKu supaya mereka menjadi baik serta betul. ”
 

Allah juga berfirman di dalam surah Ghafir ayat 55, “Berdoalah kamu kepadaKu nescaya Aku perkenankan doa permohonan kamu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong takbur daripada beribadat dan berdoa kepadaKu, akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina.”
Kedua-dua ayat ini menunjukkan Allah menyuruh semua umat Islam berdoa kepadaNya, seterusnya beriman dengan mematuhi perintah-Nya. Mereka yang tidak memohon sesuatu daripada Allah dikategorikan sebagai orang yang sombong dan takbur.

Menurut An-Nu’man Bin Basyir, Rasulullah pernah berkata , “Doa itu termasuk ibadah,” lalu beliau membaca ayat 55 dari surah Ghafir seperti di atas.[1] Di dalam riwayat lain, Rasulullah telah bersabda, “Tiada sesuatu pun yang lebih mulia di sisi Allah Azza wa Jalla selain daripada doa.” [2]

Di dalam konteks mencari pasangan hidup, amalan berdoa perlu dimulakan sejak awal. Setelah berniat dengan betul, doa diteruskan secara konsisten sepanjang masa. Mudah-mudahan Allah mempertemukan dengan pasangan hidup yang dapat menjamin kesejahteraan di dunia dan di akhirat.

Berikut ini merupakan diantara 9 pesan dari Rasulullah s.a.w. untuk mencapai doa yang mustajab :
 

1. Anas Bin Malik meriwayatkan bahawa Rasulullah bersabda, “Doa di antara azan dan iqamat tidak akan ditolak.” [3]

2. Sesungguhnya Rasulullah bersabda: Allah akan turun ke langit dunia setiap malam ketika sepertiga malam yang terakhir, seraya berfirman: Sesiapa yang berdoa kepadaKu, maka Aku akan menerima permintaannya dan sesiapa yang meminta keampunan dariKu maka Aku akan mengampuninya. [4]

3. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, “Tiga orang yang tidak ditolak doanya, iaitu pemimpin yang adil, orang berpuasa ketika dia berbuka dan orang yang dianiaya. Allah mengangkat doa-doa itu ke awan dan pintu-pintu langit dibuka.” [5]

4. Ibnu Abbas meriwayatkan bahawa Rasulullah bersabda, “Aku dilarang membaca Al-Quran ketika sujud dan rukuk. Waktu yang paling dekat di antara hamba dan tuhanNya adalah ketika sujud, maka perbanyakkanlah doa ketika itu.” [6]

5. Hadis Abu Hurairah r.a, Nabi s.a.w bersabda: “Jika kamu mendengar ayam jantan berkokok, pohonlah kurnia daripada Allah, kerana sesungguhnya binatang tersebut melihat malaikat. Jika kamu mendengar keledai memekik, pohonlah perlindungan daripada Allah dari godaan syaitan, kerana binatang tersebut melihat syaitan.” [7]

6. Ubadah Bin As-Shamit berkata bahawa Nabi Muhammad s.a.w. bersabda, “Sesiapa yang bangun pada malam hari dan mengatakan,

Kemudian mengatakan, atau berdoa, doanya akan dimakbulkan. Apabila beliau berwudhu (dan mengerjakan solat malam), solatnya akan diterima Allah.” [8]

7. Ata Bin Abi Rabah berkata “Telah sampai padaku bahawa Rasulullah bersabda, sesiapa yang membaca surah Yassin pada permulaan hari maka segala hajatnya akan dipenuhkan.” [9]

8. Hadith dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Doa seseorang itu akan dikabulkan selagi dia tidak terburu-buru menyebabkan dia berkata: Aku berdoa tetapi tidak dimakbulkan.” [10]

9. Hadith dari Abu Hurairah, “Rasulullah memperkatakan mengenai hari Jumaat. Lalu baginda bersabda, pada hari Jumaat itu ada suatu saat. Bilamana seorang muslim dapat menepatinya dalam keadaan sedang berdoa, memohon sesuatu daripada Allah, pasti dia akan dianugerahkan apa yang dipohonnya itu.” [11]

Wallahu’alam.

[1] http://hadith.al-islam.com, Sunan Tirmizi #3294. bertaraf hassan sahih.

[2] http://haidith.al-islam.com, Sunan Tirmizi #3292.

[3]http://hadith.al-islam.com, Sunan Tirmizi #196.

[4]http://hadith.al-islam.com, Sahih Bukhari #1077.

[5]http://hadith.al-islam.com, Sunan Tirmizi #3522.

[6]http://hadith.al-islam.com, Sahih Muslim #738.

[7]http://hadith.al-islam.com, Sahih Muslim #4908.

[8]http://hadith.al-islam.com, Sahih Bukhari #1086.

[9] Fadhilat Al-Quran (terjemahan Madrasah Miftahul ‘Ulum), Sheikhul Hadith Maulana Muhammad Zakariyya, Era Ilmu Sdn. Bhd., 2005, ms 87, hadith riwayat Darimi.

[10]http://hadith.al-islam.com, Sahih Muslim #4916.

[11]http://hadith.al-islam.com; Sahih Muslim #1406.

Sumber : http://webblog.myjodoh.net

Saturday, August 13, 2016

JODOH DALAM PANDANGAN ISLAM

JODOH DALAM PANDANGAN ISLAM 

Bismillahirahmanirrahim..

Alhamdulillah.... Seutama -utamanya nikmat yaitu Iman dan Islam disamping kenikmatan-kenikmatan yang lain yang tak dapat terhitung banyaknya, salah satunya suami / istri dan anak-anak kita.

Shalawat dan salam tercurahkan kepada pimpinan kita Rasullullah Muhammad Saw, keluarga, dan sahabat serta umatnya hingga akhir zaman dan semoga kita semua termasuk didalamnya . Aamiin...

Pada kesempatan dan postingan PERDANA saya ini, saya coba membagi TAUSIAH kita ketahui bersama sebelum mencari atau menerima pendamping hidup kita nantinya.

Baiklah kita langsung bahas saja dengan saya beri Tema “Jodoh dalam pandangan Islam”

Allah SWT telah berfirman:" Dan diantara kekuasanNYA ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri,supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya,dan dijadikanNYA diantaramu rasa kasih dan sayang.Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir(QS.Ar-Ruum:21)

Sudah menjadi sunnatullah bahwa Allah menciptakan semua mahlukNYA berpasang-pasangan dan semua manusia pasti ada jodohnya,tergantung ikhtiar dari manusia itu sendiri atau takdir Allah. Karena setiap takdir itu ada yang mutlak (sudah menjadi ketentuan Allah), kita manusia hanya bisa menerimanya dan satu lagi adalah takdir ikhtiari yaitu takdir yang memang bisa diperoleh dengan jalan ikhtiar atau usaha yang sungguh-sungguh.

Proses mencari jodoh dalam Islam bukanlah ''membeli kucing dalam karung'' sebagaimana yang sering dituduhkan. Namun justru di liputi oleh perkara yang penuh adab.

Bukan ''coba dulu baru beli'' kemudian ''habis manis sepah dibuang'' sebagaimana jamaknya pacaran kaum muda-mudi zaman sekarang.

Islam telah memberikan konsep yang jelas tentang tata cara ataupun proses sebuah pernikahan yang berlandaskan Al Qur'an dan As-Sunnah yang shahih.

Sebelum seseorang lelaki memutuskan untuk menikahi seorang wanita, tentunya ia harus mengenal terlebih dahulu siapa wanita yang hendak dinikahinya begitu pula siwanita tahu siapa lelaki yang berhazrat menikahinya.

Tentunya proses kenal-mengenal ini tidak seperti yang dialami oleh orang-orang yang tidak paham Agama sehingga mereka menghalalkan pacaran atau pertunangan dalam rangka penjajakan calon pasangan hidup kata mereka.

Mengenali pasangan hidup disini maksudnya mengetahui siapa namanya , asalnya, keturunanya, keluarga, akhalaq dan Agamanya, dan informasi lain yang memang dibutuhkan. Ini bisa ditempuh dengan mencari informasi dari pihak ketiga, baik dari kerabat, siwanita atau sipihak lelaki, atau orang lain yang mengenaih si lelaki atau si wanita tersebut.

Yang perlu menjadi perhatian hendaknya hal-hal yang bisa menjatuhkan fitnah dihindari kedua belah pihak seperti bermudah-mudahan melakukan hubungan telpon, sms, surat-menyurat dengan alasan ingin ta'aruf dengan calon suami atau istri.

Jangankan baru ta'aruf, yang sudah resmi meminangnya pun harus menjaga dirinya dari fitnah.

Ketika Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdilah bin Al-Fauzan Hafizh ahullah ditanya tentang pembicaraan melalui telpon antara seorang lelaki dengan seorang wanita yang telah dipinangnya, beliau menjawab :

“Tidak apa-apa seorang lelaki berbicara lewat telpon dengan wanita yang telah dipinangnya bila memang pinanganya telah diterima dan pembicaranya yang dilakukan dalam rangka mencari pemahaman sebatas kebutuhan yang ada tanpa adanya fitnah. Namun bila hal itu dilakukan lewat peratara wali si wanita maka lebih baik lagi dan lebih jauh dari keraguan atau fitnah”.

Adapun pembicaran yang biasa dilakukan lelaki dengan wanita antara pemuda dan pemudi padahal belum langsung pelamaran diantara mereka namun tujuannya saling mengenal sebagaimana yang mereka istilahkan maka ini munkar, haram bisa mengarah kepada fitnah menjerumuskan kepada perbuatan keji.

Allah SWT berfirman; “Maka janganlah kalian tunduk (lembut mendayu-dayu) dalam berbicara sehingga berkeinginan jeleklah orang yang di hatinya ada penyakit dan ucapkanlah ucapan yang ma’ruf.” (Al-Ahzab: 32)

Seorang wanita tidak sepantasnya berbicara dengan laki-laki ajnabi kecuali bila ada kebutuhan dengan mengucapkan perkataan yang ma’ruf, tidak ada fitnah di dalamnya dan tidak ada keraguan (yang membuatnya dituduh macam-macam).” (Al-Muntaqa min Fatawa Fadhilatusy Syaikh Shalih bin Fauzan 3/163-164)

Usaha apa saja yang bisa dilakukan oleh seorang muslimah dalam mencari jodoh?

1. Berdo'a kepada Allah agar diberikan jodoh yang baik, misalnya dengan shalat Hajat.

Allah SWT telah berjanji dalam firmanNYA bahwa muslim yang baik adalah untuk muslimah yang baik dan lelaki yang buruk adalah untuk wanita yang buruk pula, maka tugas seorang muslimah yang baik adalah berikhtiar dengan sungguh-sungguh dan berdo'a kepada Allah agar mendapatkan jodoh yang baik dengan cara yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.

"Laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji dan wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji (pula), laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik (pula)''(QS.An Nuur:26)

2. Meminta kepada orang tua / wali untuk dicarikan jodoh yang baik.

Dalam Islam sebenarnya masalah jodoh bagi muslimah bukanlah menjadi tanggung jawab sendiri tetapi menjadi tanggung jawab orang tua atau wali.

Sebenarnya tidak ada larangan apapun bagi seorang wanita bila mengajukan diri kepada seorang lelaki yang dianggapnya saleh dan baik untuk dinikahkan.

Seperti Sayyidatina Khadijah r.a melakukan hal tarsebut. Beliau melamar calon Nabi Muhammad SAW yang masih berusia 25tahun.

Hal itu karena Khadijah ra tahu persis kebaikan akhlaq calon suaminya itu, kejujuranya, dan kebaikan-kebaikannya yang lain.

Namun kita perlu ingat, kita hanya manusia biasa yang tidak secerdik Khadijah, dan lelaki yang kita tuju tentunya tidak semulia Rasulullah. Maka untuk menghindari terjadinya fitnah andaipun mengalami hal yang sama hendaknya melalui prosedur yang tidak meragukan atau fitnah.

Pendekatan atau khalwat yang dilakukan sebelum ada ikatan pernikahan dengan alasan saling mengenal antara keduanya tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam. Bahkan pendekatan ini tidak selalu menjamin menjadi rumah tangga yang langgeng karena biasanya pendekatan yang dilakukan sebelum pernikahan lebih mengedepankan sisi subjektivitas antara keduanya.

3. Melalaui Mediator misalkan teman, saudara, atau orang lain yang dapat dipercaya.

''Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan dengan karuniaNYA. Dan Allah maha luas (pemberianya) lagi maha mengetahui. Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaknya menjaga kesuciaan (diri)nya sehingga Allah memampukan mereka dengan karuniaNYA.(QS.An Nuur:32-33)

4. Mencari sendiri dengan syarat tidak langsung, tetapi bersama pihak ketiga.
Rasulullah pernah memberikan kriteria untuk menentukan pilihan pasangan hidup bagi seorang muslimah yang apa bila dilaksanakan Insya Allah rumah tangga sakinah, mawadah dan warahmah akan dirasakanya. Aamiin...

''Apa bila datang laki-laki (untuk meminang) yang kamu Ridho'i Agamanya dan akhlaknya, maka kawinkanlah dia, dan bila tidak kamu lakukan akan terjadi fitnah dimuka bumi dan kerusakan yang meluas'' (HR.Tirmidzi dan Ahmad).

''Wanita dinikahi karena empat faktor, yakni karena kekayaan hartanya, kedudukanya, kecantikanya, dan karena Agamanya, hendaklah pilihlah yang beragama agar berkah kedua tanganmu'' (HR.Muslim).

Bagi wanita yang belum mendapatkan jodoh, janganlah berputus asa, tetaplah berikhtiar dan berdo'a. Sudah menjadi janji Allah Azza wa Jalla bahwa semua mahlukNYA akan berpasang-pasangan. Hanya Allah yang maha tahu kapan waktu yang tepat ditemukanya jodoh kita masing-masing.

Karena jodoh adalah masalah ghoib yang menjadi rahasiaNYA. Ingatlah bahwa cinta datang dari yang maha Pencipta cinta.

Selain dengan 4 hal diatas, apa yang perlu kita utamakan?

1. Cintailah Allah, maka Allah akan menanamkan rasa cintaNYA kepada mahlukNYA untukmu.
2. Perbanyaklah sedekah, karena sedekah adalah kunci pembuka pintu rezeki dan menjauhkan takdir buruk.
3. Jalin silaturahmi dengan saudara kerabat dengan luas.
4. Muhasabah atau evaluasi diri mana kepribadian buruk yang wajib dibuang dan pertahankan kepribadian baik yang sudah ada pada dirinya (itiqomah).

''Allah tidak akan menginkari janji-janjiNYA, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui''..(QS.Ar Ruum:6)

''Dan segala sesuatu Kami jadikan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah"(QS.Adz Dzariyyat:49)

Sobat dan Saudaraku seiman yang di rahmati Allah, demikianlah semoga kita semua termasuk orang-orang yang diberi kemudahan oleh Allah SWT dalam segala urusan dan dalam hal mencari Rezeki, semoga berkah dan mudah.Amiin ya Rabbul'Alamiin......

Wallahu'alam Bissawab.